Minggu, 17 Agustus 2014

Teka-Teki Mengapa Planet Bulat

03.18 Posted by Admin 1 comment


Bagi semua orang tentu sudah tahu bahwa seluruh planet berbentuk bulat, dan tentu bumi juga termasuk salah satunya. Namun tahukah Anda mengapa planet bisa berbentuk bulat? Dan bagaimana prosesnya? Kita mulai saja dari Matahari, Merkurius, Venus, bumi sampai dengan Pluto dan juga planet-planet lain di luar Galaksi Bima Sakti memiliki bentuk yang sama yaitu bulat.

Jawaban kenapa planet dan banyaknya benda antariksa lainnya berbentuk bulat disebabkan oleh dua hal, pertama yaitu gravitasi dan kedua adalah formasi dari sistem tata surya.

Tata surya dibentuk dari apa yang disebut nebula atau sebuah konsentrasi area yang berisikan gas dan debu kosmik yang disebut juga dengan ISM atau Instellar Medium. Gas dan debu kosmik ini tersebar di mana-mana dan akan berkumpul menjadi satu pada sebuah gravitasi yang cocok dengannya.

Menurut Derek Sears, seorang profesor dari University of Arkansas, ketika suatu planet atau bintang sedang dalam proses pembentukan, medan gravitasi akan menarik semua hal yang ada di dekatnya sembari berputar dengan kencang.

  • Medan gravitasi pusat akan terus menarik debu-debu kosmik dan juga gas yang ada di sekitarnya, lapisan gravitasi lainnya akan menutupi bagian luar dan kecepatan putarnya itu akan membentuk model seperti bola.

Besar kecilnya suatu planet tentunya tergantung kekuatan medan gravitasi inti dalam menarik debu kosmik dan gas-gas di sekitarnya. Namun perlu diingat, sebenarnya semua planet di jagat raya ini tidak berbentuk bulat 100 persen, hanya terlihat seperti bola dari kejauhan.

Ancaman Bahaya Karena Panas Global

03.09 Posted by Admin , No comments
Ancaman Bahaya Karena Panas Global

Peningkatan panas yang dirasakan seluruh dunia semakin serius. Bumi tempat tinggal bagi manusia dari hari ke hari terbukti semakin panas dan tidak mendukung keberlangsungan hidup manusia.

Berdasarkan data dari lembaga meteorologi Amerika Serikat, bukan saja suhu Bumi yang semakin meningkat, konsentrasi gas rumah kaca, ketinggian air laut serta indikator-indikator lain yang berhubungan dengan perubahan iklim dunia.

Hal yang mengerikan adalah tingginya kadar karbondioksida di udara. Dari data Pusat observasi Mauna Loa di Hawaii mencatat kadar karbondioksida telah mencapai 400 ppm pada tahun 2013 lalu. Peningkatan gas karbondioksida menjadi hal yang dikhawatirkan di tahun 2014 (Jika hal tersebut tidak diatasi kemungkinan besar umat manusia akan berakhir), demikian dikutip dari Astrosiana.

Ilmuwan cuaca menyalahkan peningkatan gas karbondioksida, metan, hingga nitro dioksida sebagai masalah pemanasan global. Gas-gas yang masih tergolong dalam gas rumah kaca yang terus diproduksi oleh pembakaran bahan bakar fosil mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kabar buruk ini berasal dari data yang dikumpulkan oleh 425 ilmuwan dari 57 negara di dunia. Data perubahan lingkungan dan gas rumah kaca sendiri diambil dari berbagai macam tempat, baik daratan, udara, lautan, air, dan lapisan es di kutub sekalipun.

Sabtu, 16 Agustus 2014

Matahari Ternyata Juga Ada Hujan Seperti Bumi

23.52 Posted by Admin No comments
Matahari Ternyata Juga Ada Hujan Seperti Bumi

Apakah Anda pernah berfikir jika di matahari juga bisa terjadi cuaca buruk seperti angin kencang dan hujan? Tentu badai yang terjadi disana sangat berbeda dengan bumi, hujan yang terjadi di matahari bukanlah air.

Di sana adalah hujan gas dengan muatan listrik dan sangat panas atau disebut Plasma. Hujan Plasma turun bekecepatan 200.000 KM per jam yang berasal dari bagian atas matahari dengan nama Korona. Tetesan hujan Flasma sama dengan satu Negara di Bumi.

Dilansir Astrosiana. Hujan Flasma pertama kali ditemukan ilmuwan adalah 40 tahun silam. Kini para ilmuwan lebih gampang meneliti fenomena ini karena perkembangan teknologi masa kini dengan bantuan satelit pemantau.

Hujan di Matahari ternyata tidak jauh berbeda dengan di bumi. Jika kondisi atmosfer Matahari mencapai keadaan tertentu, plasma akan menguap dari permukaan dan awan-awan plasma panas pun terbentuk. Awan-awan tersebut kemudian mendingin dan akhirnya jatuh ke permukaan matahari dalam tetes-tetes hujan plasma yang sangat panas.

Namun demikian, pencetus mulainya pembentukan awan hujan di Matahari sangat berbeda dengan yang terjadi di Bumi. Dengan nama Solar Flare adalah ledakan terdahsyat di Tata Surya. Ledakan ini membantu memanaskan atmosfer Matahari dan mendorong terjadinya proses penguapan plasma menjadi awan.

Korona Matahari sangatlah panas. Temperaturnya 2 juta derajat Celcius, jauh lebih panas daripada permukaan bintang yang hanya 6.000 derajat Celcius. Masalahnya, belum ada yang betul-betul yakin mengapa atmosfer Matahari sedemikian panas.

Jika Big Bang Meledak Maka Akan Kiamat Alam Semesta

23.46 Posted by Admin No comments
Jika Big Bang Meledak Maka Akan Kiamat Alam Semesta

Bagaimana alam semesta ini terbentuk? banyak teori yang disimpulkan oleh berbagai peneliti. Salah seorang penulis studi Robert Hogan mengatakan "Selama alam semesta awal, kami memperkirakan inflasi kosmik ini adalah perluasan alam semesta setelah Big Bang,"

Diberitakan Astrosiana. Perluasan ini menyebabkan banyak hal terguncang dan jika terlalu terguncang, kita bisa masuk ke dalam ruang energi baru dan yang mungkin menyebabkan hancurnya semesta.

Dari kesimpulan, model baru yang menyumbang properti untuk penemuan partikel Higgs Boson, yang diduga untuk menjelaskan bagaimana partikel lain mendapatkan massa mereka, jejak samar gelombang gravitasi yang terbentuk pada asal alam semesta juga menginformasikan kesimpulan.

Satu penjelasan yang menyatakan bahwa selama nyala berapi-api setelah ledakan Big Bang, materi terhempas keluar dengan kecepatan tinggi dalam proses yang dikenal sebagai inflasi kosmik, membentuk riak yang diketahui sebagai ombak gravitasi yang memutar radiasi yang melewati semesta.

Meskipun peristiwa-peristiwa terjadi 13,8 miliar tahun yang lalu, teleskop di Kutub Selatan yang dikenal sebagai Pencitraan Latar Belakang Cosmic Extragalactic Polarisasi (BICEP2) baru-baru ini mendeteksi jejak samar inflasi kosmik dalam radiasi gelombang mikro latar belakang yang meliputi alam semesta. khususnya, karakteristik gelombang yang bengkok atau melengkung disebut pola B-mode.

Tapi gravitasi bukan satu-satunya kekuatan yang di alam semesta awal. Sebuah medan energi bisa terjadi di mana-mana, yang disebut medan Higgs, meresapi alam semesta dan memberikan massa ke partikel. Para ilmuwan menemukan tanda-tanda bahwa pada tahun 2012, ketika mereka menemukan Higgs boson dan kemudian menentukan massanya.

Dengan pemahaman yang lebih besar dari sifat kosmik inflasi dan massa Higgs Boson, Hogan dan rekannya, Malcolm Fairbairn, yang juga seorang ahli fisika di King College London, mencoba untuk menciptakan kondisi inflasi kosmik setelah Big Bang.

Namun, apa yang mereka temukan adalah berita buruk bagi semuanya. Alam semesta yang baru lahir harus mengalami kerlipan energi yang intens, yang dikenal sebagai fluktuasi kuantum. Mereka bisa mengganggu medan Higgs, yang pada dasarnya membuat seluruh sistem menjadi energi yang lebih rendah yang dapat menghancurkan alam semesta.

Saksikan Supermoon pada Tanggal 9 September ini

22.16 Posted by Admin No comments
Saksikan Supermoon pada Tanggal 9 September ini

Fenomena supermoon yang terjadi pada Minggu (11/8/2014), muncul berbeda dari biasanya. Kali ini, bulan yang terlihat di langit, nampak lebih besar dari penampakan supermoon sebelumnya.

Hal ini disebabkan karena dua hal, pertama fenomena ini dikenal sebagai bulan perigee secara astronomi, yakni bulan yang berada pada titik terdekat  dengan Bumi. Lazimnya, bulan berjarak sekira 30.000 kilometer dari Bumi, sedangkan kemarin jaraknya sekitar 863 mil lebih dekat.

Dilansir Independent. Kedua, supermoon pada minggu kemarin menjadi penuh (purnama) bersamaan dengan dengan titik perigee orbitnya, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang.

Hujan meteor perseid juga terjadi di hari yang sama, tetapi fenomena supermoon yang membuat langit cerah mengaburkan pemandangan dari hujan meteor itu.

"Cahaya terang bulan membuat  fenomena hujan meteor perseid menjadi tidak begitu terlihat, karena hujan meteor itu baru akan jelas disaksikan ketika langit gelap," kata Dr Bill Cooke dari NASA.

Bagi yang belum sempat menyaksikan fenomena supermoon yang terjadi kemarin. Supermoon terakhir kali dapat dilihat pada 9 September 2014.

Pesawat Luar Angkasa Milik China Siap Uji Coba

22.07 Posted by Admin No comments
Pesawat Luar Angkasa Milik China Siap Uji Coba

China dikabarkan baru-baru ini akan uji coba pesawat luar angkasa baru yang dapat mengorbit pada Bulan dan kembali lagi ke Bumi. China telah menciptakan pesawat pengorbit dan dibawa menuju Xichang Satellite Launch Center.

Saat diluncurkan akhir tahun ini, pesawat pengorbit yang belum diberi nama ini diharapkan dapat terbang menuju Bulan. Pesawat pengorbit buatan Negeri Tirai Bambu ini harus dapat bertolak dari gravitasi Bulan untuk kembali ke Bumi di kecepatan 11,2 kilometer per detik, demikian dikutip lewat laman Theregister.

Pesawat pengorbit ini kabarnya sebagai pelopor untuk misi Bulan berikutnya dengan nama misi Chang'e-5, yang dilakukan oleh China. Misi luar angkasa ini direncanakan untuk mengambil sampel dari material Bulan untuk dibawa ke Bumi.

Pengujian pesawat pengorbit ini diharapkan berjalan mulus demi misi luar angkasa China di masa depan. Pengujian diperlukan agar tidak terjadi kegagalan, seperti yang terjadi pada robot Bulan, Jade Rabbit atau yang dinamakan dengan Yutu.

China menjadi negara Asia yang memiliki ambisi dalam bidang antariksa dan misi luar angkasa. Badan antariksa Amerika Serikat, NASA lebih dahulu meluncurkan Curiosity, robot rover yang menjelajah Mars dan telah berada di planet merah selama dua tahun.

Jejak Kehidupan di Mars Akan Terungkap di Tahun 2020

21.51 Posted by Admin No comments
Jejak Kehidupan di Mars Akan Terungkap di Tahun 2020

Lembaga Antariksa Amerika, NASA, menetapkan tujuh instrumen yang akan menjadi fokus penelitian untuk misi Mars Rover 2020. Sebelumnya instrumen yang diusulkan berjumlah 58.

Dikutip Softpedia. Penetapan ini, diharapakan dapat membantu Mars Rover 2020 menjelajahi planet merah itu dengan eklporasi yang tepat sasaran, sehingga akan membawa pemahaman yang lebih baik mengenai planet merah itu.

"Misi Mars ke depan akan difokuskan pada pengumpulan informasi mengenai lanskap Mars, mineralogi, dan atmosfir," ungkap peneliti NASA. Nasa mengatakan akan meluncurkan rover pada 2020 ke Mars.

Melalui sebuah info grafik, Karl Tate menjelaskan bagaimana Mars Rover 2020 akan menjelajahi planet itu. Menariknya, instumen ini akan membuat rover mengarungi Mars lebih baik daripada Curiosity (robot penjelajah Mars) lakukan saat ini.

"Mars rover 2020 diharapkan mampu membuka tabir misteri Mars dimasa lalu," ucap John Grunsfeld astronot NASA dan associate administrator of NASA's Science Mission Directorate.

Dia juga mengatakan, misi ini akan difokuskan untuk mencari kemungkinan kehidupan lain di alam semesta dengan kemampuan teknologi eksplorasi terbaru.